BerkahPoker – Tidur adalah salah satu cara untuk mengistirahatkan tubuh setelah seharian beraktivitas. Selain itu, tidur juga berfungsi untuk memulihkan tenaga. Tidur yang terganggu bisa berefek bagi kesehatan. Ada beberapa bentuk gangguan tidur, seperti insomnia, tidur berjalan (sleepwalking), sindrom kaki gelisah, sleep apnea, dan sebagainya.

Nah, ada jenis gangguan tidur yang terbilang cukup aneh, yaitu sleep-related eating disorder (SRED) alias makan sambil tidur. Kondisi ini melibatkan episode berulang perilaku makan dan minum yang tidak terkendali saat dalam keadaan tertidur.

Untuk lebih mengenal gangguan tidur unik ini, berikut hal-hal tentang perilaku makan sambil tidur yang penting untuk diketahui. Yuk, simak penjelasannya sampai habis!

1. Termasuk gangguan tidur parasomnia

Dikutip dari laman AGEN POKER ONLINE , SRED termasuk dalam gangguan tidur parasomnia. Parasomnia merupakan sekelompok gangguan tidur yang melibatkan kegiatan yang tidak diinginkan atau tak menyenangkan yang terjadi saat hendak tidur, tertidur, atau terbangun dari tidur.

Mayoritas penderita SRED memiliki episode makan hampir setiap malam. Berdasarkan sebuah artikel dalam jurnal “Cureus” tahun 2018, seseorang dengan SRED mengonsumsi makanan berkarbohidrat, cokelat, atau bahkan sesuatu yang beracun.

2. Berkaitan dengan gangguan tidur sambil berjalan

SRED bisa terjadi pada orang-orang yang mengalami gangguan sleepwalking. Mereka bisa makan sambil tertidur. Mereka sering berjalan ke dapur dan menyiapkan makanan tanpa ingat pernah melakukannya. Jika kondisi ini sering terjadi, penderita bisa mengalami kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

3. SRED berbeda dengan gangguan makan tengah malam

Dilansir AGEN POKER ONLINE , sindrom makan tengah malam atau night eating syndrom (NES) adalah kondisi seseorang makan pada malam hari tanpa kesadaran penuh, dan biasanya tidak bisa tidur lagi kecuali dia makan.

Penderita SRED tidak punya kendali atas aktivitas makan yang mereka lakukan, sementara pasien NES secara sadar membuat keputusan saat makan tengah malam.

4. Bisa berbahaya bagi kesehatan tubuh

Gangguan tidur sambil makan ini terjadi ketika seseorang dalam keadaan setengah sadar atau tidak sadar. Oleh sebab itulah, SRED bisa menimbulkan masalah bagi kesehatan.

Bersumber dari MayoClinic dan Sleep Education, beberapa masalah yang timbul dari kondisi SRED meliputi:

  • Episode makan atau minum yang tidak terkendali, biasanya pada malam hari.
  • Gangguan kesadaran saat menyiapkan dan mengonsumsi makanan.
  • Sedikit atau tidak memiliki ingatan tentang perilaku ini keesokan paginya.
  • Kemungkinan memakan sesuatu yang tidak bisa dimakan atau beracun seperti makanan beku, biji kopi, cairan pembersih, puntung rokok, dan sebagainya.
  • Kemungkinan mengalami cedera atau terlibat dalam aktivitas persiapan makanan yang berbahaya. Misalnya saat memotong makanan dengan pisau.
  • Kehilangan nafsu makan pada pagi hari.
  • Sakit perut.
  • Insomnia akibat gangguan tidur.
  • Kolesterol tinggi dan kenaikan berat badan berlebih akibat mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat atau tinggi lemak.

5. Apa saja faktor risikonya?

Meski bisa dialami siapa pun, tetapi SRED lebih umum dialami oleh perempuan. Ada pula beberapa faktor lainnya yang dapat meningkatkan risiko gangguan tidur ini, yakni :

  • Memiliki gangguan tidur lain seperti sleep apnea, sleepwalking, narkolepsi dan sindrom kaki gelisah.
  • Penggunaan obat tidur hipnotik seperti zolpidem dan obat-obatan lain seperti antidepresan dan antipsikotik.
  • Memiliki gangguan makan seperti bulimia atau anoreksia.
  • Memiliki gangguan mental seperti stres, kecemasan, atau depresi.
  • Memiliki anggota keluarga (orang tua atau saudara kandung) dengan kondisi SRED atau sleepwalking.
  • Kurang tidur.

Jika kalian merasa memiliki gangguan tidur, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *