AsliDomino – Menstruasi atau haid adalah kondisi fisiologis tubuh yang normal dialami setiap perempuan yang sudah mengalami pubertas. Wajarnya, perempuan akan mengalami menstruasi 1-2 kali setiap bulannya. Ini karena sel telur yang tidak dibuahi luruh bersama lapisan dinding rahim dan darah.

Dalam prosesnya, terkadang ada beberapa gangguan yang menyertai siklus menstruasi. Gangguan-gangguan ini bisa menjadi tanda sebuah penyakit dalam sistem reproduksi.

Beberapa gangguan tersebut memiliki istilah medis untuk memudahkan kita dalam mengingatnya. Apa sajakah itu? Simak ulasannya di bawah ini sampai tuntas, ya!

1. Dismenorea

6 Istilah dalam Siklus Menstruasi yang Perlu Dipahami

Dismenorea merupakan istilah yang sering diartikan sebagai nyeri saat haid. Dismenorea dibagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder.

Dismenorea primer adalah nyeri haid yang umum terjadi pada perempuan yang tidak didasari oleh kondisi patologis, sedangkan dismenorea sekunder adalah nyeri haid yang muncul sebagai akibat dari adanya masalah patologis di rongga panggul.

Sebuah laporan dalam jurnal Majority tahun 2016 menerangkan kalau ada beberapa faktor risiko yang berkaitan dengan dismenorea, yaitu:

  • Menarche usia dini (<12 tahun)
  • Indeks massa tubuh tidak normal
  • Kebiasaan konsumsi junk food
  • Sering terpapar asap rokok
  • Alexithymia (gangguan dalam kontrol emosi)

Gejala dismenorea yang sering dirasakan yaitu kram perut bagian bawah yang menimbulkan perasaan tidak nyaman, sehingga menyebabkan mudah marah, gampang tersinggung, mual, muntah, perut kembung, lesu, dan depresi.

2. Menarche

6 Istilah dalam Siklus Menstruasi yang Perlu Dipahami

Menarche atau menarke adalah istilah untuk menstruasi pertama. Sebuah laporan dalam Jurnal Kesehatan Reproduksi tahun 2019 menunjukkan hasil penurunan usia menarke perempuan Indonesia. Rata-rata usia menarke adalah 12,96 tahun.

3. Polimenorea

6 Istilah dalam Siklus Menstruasi yang Perlu Dipahami

Perempuan yang mengalami haid lebih dari dua kali dalam sebulan kemungkinan mengalami polimenorea. Polimenorea terjadi saat siklus menstruasi lebih pendek dari 21 hari secara teratur, dan jumlah pendarahan sama atau lebih banyak dari biasanya.

Siklus menstruasi dihitung sejak haid hari pertama hingga hari pertama haid berikutnya. Umumnya, siklus menstruasi terjadi selama 21-35 hari dengan durasi 2-8 hari.

Polimenorea yang terjadi terus-menerus harus diperiksakan ke dokter. Hal ini bisa menyebabkan gangguan hemodinamik karena darah keluar terus-menerus dan gangguan ovulasi yang bikin perempuan sulit hamil.

4. Oligomenorea

6 Istilah dalam Siklus Menstruasi yang Perlu Dipahami

Oligomenorea adalah istilah yang menggambarkan kondisi siklus menstruasi yang memanjang, lebih dari 35 hari. Diagnosis oligomenorea dinyatakan ketika seorang perempuan selama 90 hari tidak mengalami menstruasi.

Dilansir Healthline, penyebab oligomenorea antara lain:

  • Olahraga berat
  • Anoreksia nervosa dan bulimia
  • Diabetes
  • Gangguan hormon tiroid
  • Konsumsi obat antipsikotik dan antiepilepsi

Oligomenorea dan polimenorea bukanlah hal yang serius, tetapi tetap harus diperhatikan. Ini karena penyebab utamanya adalah gangguan hormonal. Kondisi ini umumnya membaik seiring perbaikan pola hidup. Namun, bila tidak, segera periksakan diri ke dokter.

5. Amenorea

6 Istilah dalam Siklus Menstruasi yang Perlu Dipahami

Sebuah studi dalam Jurnal Kesehatan Perintis tahun 2017 menyebutkan bahwa amenorea dibagi menjadi dua, yakni primer dan sekunder.

Amenorea primer terjadi jika perempuan hingga usia 16 tahun belum mengalami menstruasi, sedangkan amenorea sekunder adalah ketika seorang perempuan sudah menstruasi namun tiba-tiba tidak pernah menstruasi lagi atau siklus menstruasinya terjadi setiap 3 bulan sekali.

6. Menoragia

6 Istilah dalam Siklus Menstruasi yang Perlu Dipahami

Menoragia juga dikenal sebagai hipermenorea. Kondisi ini terjadi apabila haid berlangsung lebih dari 7 hari dengan perdarahan lebih banyak. Banyaknya darah yang dikeluarkan bisa membuat perempuan harus mengganti pembalut setiap 1-2 jam sekali.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut kalau gejala menoragia adalah aliran darah menstruasi yang deras atau berat, rasa sakit yang konstan di perut bagian bawah selama haid, dan merasa lelah berkepanjangan. Menoragia yang berkepanjangan bisa menyebabkan anemia lantaran darah yang keluar terus-menerus.

Perlu digarisbawahi, istilah-istilah yang berhubungan siklus menstruasi di atas bukanlah suatu penyakit, melainkan gejala dari kondisi medis yang mendasarinya. Jika kamu mengalami satu atau beberapa di antaranya, sebaiknya periksalah ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *