AsliDomino – Setiap orang pasti pernah merasa stres. Akan tetapi, mengalami stres kronis dapat berdampak serius pada kesehatan. Stres berdampak negatif pada sistem kekebalan tubuh dan memengaruhi banyak bagian tubuh, salah satunya kulit.

Kulit adalah organ terbesar di tubuh. Kulit juga dapat menunjukkan tanda-tanda stres dengan jelas dalam berbagai cara. Penasaran apa saja dampak stres terhadap kulit? Simak ulasannya berikut ini, ya.

1. Memicu jerawat

Saat kamu merasa stres, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol. Kortisol memicu hipotalamus pada otak memproduksi hormon yang disebut hormon pelepas kortikotropin atau corticotrophin-releasing hormone (CRH).

CRH dipercaya dapat merangsang pelepasan minyak dari kelenjar sebaceous di sekitar folikel rambut. Produksi minyak yang berlebihan ini kemudian dapat menyumbat pori-pori dan memicu jerawat.
2. Memicu inflamasi

Dijelaskan dalam laman AGEN POKER ONLINE TERBAIK
, saat pikiran stres, pencernaan di usus jadi semakin lambat. Semakin lama stres berlangsung, semakin besar pengaruhnya pada pencernaan, dan saat pencernaan melambat, itu dapat memengaruhi bakteri di usus.

3. Kulit kering

Stratum korneum merupakan lapisan luar kulit yang terdiri dari protein dan lipid yang berperan penting dalam menjaga hidrasi sel kulit. Stratum korneum juga bertindak sebagai barrier yang melindungi kulit di bawahnya. Apabila stratum korneum tidak berfungsi dengan baik, ini bisa memicu kulit kering dan gatal.

Sepasang penelitian yang dilakukan pada tikus menemukan bahwa stres merusak fungsi penghalang stratum korneum dan dapat berdampak negatif terhadap retensi air kulit.

4. Ruam

Stres berpotensi melemahkan sistem kekebalan tubuh. Menurunnya sistem kekebalan tubuh ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan bakteri di usus dan kulit yang dikenal sebagai disbiosis. Ketidakseimbangan ini berimbas pada kulit yang dapat menyebabkan kemerahan atau ruam.

5. Keriput

Menurut penjelasan AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA
, stres memicu perubahan pada protein di kulit dan mengurangi elastisitasnya. Hilangnya elastisitas ini dapat berkontribusi pada pembentukan kerutan.

Saat sedang stres, ini juga memicu pengerutan alis berulang kali yang juga berkontribusi pada pembentukan kerutan.

Wah, ternyata stres dapat memberikan dampak yang nyata pada kulit. Untuk kamu yang sering mengeluhkan masalah kulit, coba manajemen stres kamu, siapa tahu dengan demikian masalah kulit yang kamu alami bisa teratasi.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *