AsliDomino – Sudah mengikuti segala macam tip workout, makan salad, minum jus detoks, dan lain-lain tapi kenapa lemak masih ada di mana-mana. Kira-kira kenapa, ya?

Sebagian besar orang setuju bahwa cara terbaik menurunkan berat badan adalah membakar kalori lebih banyak daripada yang kita konsumsi. Terdengar simpel memang. Namun banyak orang yang tidak berhasil dan akhirnya menyerah begitu saja.

Tanpa disadari, hingga saat ini, terdapat sejumlah miskonsepsi mengenai diet dan pola makan yang beredar di masyarakat. Mungkin inilah yang membuat dietmu tidak kunjung berhasil. Apa sajakah itu? Yuk, ketahui kebenarannya berikut ini!

1. Mitos : Tidak makan adalah langkah yang tepat untuk cepat kurus

Hayo, kamu pernah melakukannya, gak? Banyak yang beranggapan bahwa tidak makan akan membuat kita cepat kurus. Namun hal ini justru tidak baik untuk kesehatan.

Para penderita asam lambung akan merasakan nyeri perut saat melewatkan jam makan. Selain itu, tidak makan hanya akan membuatmu kelaparan dan akhirnya ingin memasukkan makanan lebih banyak lagi ke dalam perut.

2. Mitos : Makanan low fat baik untuk diet

Susu rendah lemak, keju rendah lemak, hingga margarin rendah lemak sering kali menjadi pilihan seseorang yang sedang diet. Namun apakah benar makanan tersebut baik untuk kita? Menurut studi dari AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA pada tahun 2017, makanan low fat ternyata bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

3. Mitos : Makan sayur-sayuran selalu lebih sehat

Tren terbaru yang sedang beredar adalah pengurangan konsumsi daging dan makanan berlemak secara keseluruhan. Banyak orang yang beralih hanya makan sayur-sayuran sebagai penggantinya.

4. Mitos : Harus menghindari camilan saat diet

Banyak pula yang menganggap bahwa kebiasaan ngemil sebaiknya ditinggalkan saat sedang diet. Namun sebenarnya pernyataan tersebut keliru. Justru konsumsi makanan ringan di tengah jadwal makan adalah cara yang baik untuk mengontrol rasa lapar.

5. Mitos : BMI adalah tanda kesehatan yang akurat

Body mass index atau BMI adalah satuan yang menunjukkan berat badan kita sudah ideal atau tidak. Banyak yang menganggap bahwa BMI adalah sebuah standar untuk mengukur kesehatan. Sebenarnya hal ini keliru.

6. Mitos : Gula buatan lebih baik daripada gula dari tebu

Tidak sedikit lho, orang yang beralih ke gula buatan seperti gula jagung, sakarin, aspartam, dan lain-lain karena mereka percaya bahwa gula tebu mengandung kalori yang tinggi. Namun studi dari JAMA Internal Medicine pada tahun 2019 menemukan bahwa gula buatan justru tidak baik untuk kesehatan kita.

7. Mitos : Semakin banyak protein semakin baik

Protein adalah makronutrien selain lemak yang bisa menggantikan peran karbohidrat dalam tubuh kita. Bukan hanya itu, zat tersebut juga penting untuk membakar lemak dan membangun otot. Itulah kenapa masyarakat mengonsumsi mulai mengonsumsi lebih banyak protein daripada karbohidrat.

Itulah sejumlah penjelasan dari mitos seputar diet yang banyak dipercaya masyarakat. Apakah kamu salah satu yang mempercayainya? Jika iya, jangan diteruskan, ya!

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *