AsliDomino – Memiliki tubuh yang tinggi membuat seseorang tampil lebih mencolok di antaranya teman-temannya, mendapat keuntungan dalam hal olahraga, dan mungkin bisa meningkatkan kepercayaan diri. Di luar hal tersebut, ternyata memiliki postur tinggi juga dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatan fisik.

Pengaruh tubuh yang tinggi ternyata bisa positif dan juga negatif. Hal ini berkaitan dengan fisiologi. Berikut adalah beberapa pengaruh postur tubuh yang tinggi bagi kesehatan.

1. Meningkatkan risiko gumpalan darah

Mereka juga menganalisis sekelompok perempuan hamil. Ditemukan bahwa mereka yang memiliki tinggi badan kurang dari 155 sentimeter memiliki risiko 69 persen lebih rendah dibandingkan perempuan dengan tinggi badan lebih dari 183 sentimeter.

Menurut hipotesis, gravitas berpengaruh terhadap masalah ini. Bisa jadi karena individu yang lebih tinggi memiliki vena kaki yang lebih panjang, sehingga ada lebih banyak area permukaan yang bisa jadi tempat masalah. Peningkatan tekanan gravitasi di pembuluh darah kaki orang yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko aliran darah melambat atau berhenti sementara.

2. Meningkatnya risiko kanker

Memiliki badan yang lebih tinggi ternyata berpotensi meningkatkan risiko kanker. Terdapat alasan yang masuk akal di balik hal ini. Orang yang tinggi memiliki lebih banyak sel sehingga meningkatkan peluang untuk mereka bermutasi menjadi sel kanker.

Menurut AGEN POKER ONLINE TERBAIK, hal tersebut berlaku untuk kanker yang berhubungan dengan hormon, seperti payudara, ovarium, dan prostat, yang lebih umum di antara orang-orang dengan bakat menjadi tinggi. Hormon pertumbuhan juga bisa berperan dalam perkembangan kanker. Sebab penelitian dalam jurnal Science Translational Medicine tahun 2011 menunjukkan bahwa kekurangan hormon pertumbuhan menurunkan risiko penyakit.

3. Menurunkan risiko masalah kardiovaskular dan diabetes

Kemungkinan lainnya, orang yang lebih tinggi cenderung terlindungi dari kondisi kardiometabolik. Sebab asumsinya, mereka terbiasa diberi makan makanan yang lebih sehat saat mereka masih anak-anak atau tumbuh di lingkungan di mana mereka kurang terkena infeksi.

Jalur ini diduga diaktifkan oleh gizi, terutama peningkatan asupan susu, produk susu, dan protein hewani lainnya selama tahap perkembangan anak. Bukan hanya memaksimalkan pertumbuhan anak, gizi yang tepat juga mengurangi risiko terjadinya obesitas yang merupakan salah satu faktor pemicu diabetes.

4. Berisiko mengalami cedera yang lebih parah

Orang yang berpostur tinggi ternyata cenderung lebih rentan mengalami cedera. Bukan hanya itu, cedera mereka sering lebih buruk daripada yang dialami oleh orang yang lebih pendek.

Di kalangan atlet, fakta ini sudah diketahui dengan sangat baik. Pemain yang memiliki tubuh tinggi cenderung memiliki tingkat cedera yang lebih parah dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih daripada rekan mereka yang lebih pendek.

5. Tubuh yang lebih mudah panas

Orang yang bertubuh lebih pendek memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami overheated atau memiliki kondisi yang lebih serius yang disebut heatstroke. Sedangkan, orang yang lebih tinggi dan lebih berat menghasilkan lebih banyak panas tubuh.

Jika mereka membuat panas lebih cepat daripada yang bisa mereka singkirkan, seperti selama latihan intens, itu dapat menyebabkan heatstroke atau heat exhaustion. Di sisi lain, orang yang bertubuh tinggi lebih dapat menjaga tubuh mereka tetap hangat daripada orang yang bertubuh pendek dalam cuaca dingin.

Memiliki tubuh yang tinggi memiliki dampak pada kesehatan, baik positif namun negatif. Akan tetapi, ini juga bergantung pada faktor risiko lain yang dapat kamu kendalikan, seperti diet, olahraga, merokok, dan minum alkohol. Jadi, ada baiknya kamu fokus memperbaiki faktor-faktor yang dapat kamu kendalikan.

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *