AsliDomino – Siapa yang nggak suka makan brokoli? Banyak, apalagi anak-anak! Padahal, dari segi nutrisi, brokoli itu salah satu sayuran super yang kaya akan antioksidan, serat, vitamin C, dan nutrisi penting lainnya.

Ada banyak cara untuk mengolah brokoli. Direbus, ditumis, dipanggang, digoreng, atau dicacah dan dicampurkan dengan bahan lain seperti kroket atau nugget, dan sebagainya. Apalagi buat anak, kadang orang tua harus putar otak untuk bisa “menyelipkan” brokoli (atau sayuran lain) ke dalam makanan anak.

Karena bisa dimasak dengan berbagai cara, muncul pertanyaan tentang bagaimana cara memasak atau mengolah brokoli yang paling sehat? Lebih baik memakannya mentah atau matang? Yuk, sama-sama ketahui jawabannya lewat ulasan berikut ini!

1. Bisa dimakan mentah
Mentah atau Matang? 5 Fakta tentang Cara Makan Brokoli yang Sehat

Walaupun biasa dimasak terlebih dulu, tetapi brokoli bisa, lo, dimakan mentah. Namun, sebelumnya pastikan untuk membersihkan brokoli dengan benar agar tidak ada kotoran atau senyawa asing yang masuk ke dalam tubuh.

Agar aman, pertama kamu harus membersihkan bagian kepala brokoli terlebih dulu di bawah air mengalir. Dengan jari, bersihkan noda yang ada di sana. Jangan lupa juga bersihkan celah di antara batangnya. Kalau sudah, tepuk kepala brokoli dengan lembut menggunakan tisu kertas hingga benar-benar kering. Lalu, potong kepala brokoli, iris sesuai selera, dan sayuran tersebut siap disantap!

Mentah atau Matang? 5 Fakta tentang Cara Makan Brokoli yang Sehat

Baik kepala dan batang brokoli aman untuk dimakan. Tetapi, batang yang berserabut memang bertekstur lebih keras dan susah dikunyah. Oleh karena itu, potong batangnya tipis agar mudah dikunyah.

Brokoli dapat disajikan mentah dengan celupan seperti saus berbahan yoghurt, hummus, atau diberikan dressing layaknya salad. Atau, brokoli dapat ditambahkan ke hidangan lain agar tekstur, rasa, dan gizinya seimbang.

2. Memasak brokoli mengurangi nutrisinya?
Mentah atau Matang? 5 Fakta tentang Cara Makan Brokoli yang Sehat

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, brokoli kaya akan vitamin C. Bahkan, 90 gram brokoli dapat mencukupi angka kecukupan gizi harian hingga 90 persen untuk kaum adam dan 108 persen untuk kaum hawa. Akan tetapi, vitamin C amat sensitif terhadap panas, sehingga memasak brokoli dapat mengurangi vitamin C secara signifikan.

Selain vitamin C, memasak brokoli juga dikatakan dapat menghilangkan klorofil, zat sehat pada brokoli yang memberikan warna hijau padanya. Dibandingkan dengan pengolahan brokoli lainnya, mengukus adalah cara masak terburuk karena menghilangkan nutrisinya secara signifikan.

Mentah atau Matang? 5 Fakta tentang Cara Makan Brokoli yang Sehat

Kemudian, brokoli juga memiliki kandungan sulforafan yang tinggi. Sekadar informasi, berbagai penelitian membuktikan bahwa senyawa tersebut dapat menyehatkan tubuh dan membantu mencegah penyakit seperti penyakit jantung, kanker, diabetes, dan masalah pencernaan.

3. Memasak brokoli mengaktifkan antioksidan?
Mentah atau Matang? 5 Fakta tentang Cara Makan Brokoli yang Sehat

Jadi, apakah memasak brokoli sudah pasti tidak sehat untuk tubuh? Tidak juga! Meski kebanyakan riset menentangnya, memasak brokoli memiliki manfaat tersendiri.

Salah satunya, memasak brokoli dapat meningkatkan aktivitas antioksidannya secara signifikan, terutama karotenoid. Karotenoid adalah senyawaantioksidan yang bermanfaat dalam membantu mencegah penyakit serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Memasak brokoli dapat meningkatkan kandungan karotenoid. Ini karenakan proses pemanasan melembutkan dinding sayur ini dan meruntuhkan protein kompleks karotenoid sehingga mudah diekstraksi.

4. Makan brokoli bikin kembung?
Mentah atau Matang? 5 Fakta tentang Cara Makan Brokoli yang Sehat

Brokoli tidak berbahaya dimakan secara rutin. Namun, kalau mengonsumsinya terlalu banyak, mungkin kamu akan mengalami perut kembung. Seperti sayuran cruciferous lainnya, brokoli—baik mentah atau matang—dapat menyebabkan produksi gas berlebih di perut.

Menurut penelitian AGEN POKER ONLINE TERBAIK konsumsi brokoli berlebihan menyebabkan stres pencernaan. Risiko makin besar pada pasien sindrom iritasi usus besar atau irritable bowel syndrome (IBS). Kenapa bisa begitu?

Mentah atau Matang? 5 Fakta tentang Cara Makan Brokoli yang Sehat

Selain serat, brokoli memiliki kadar fermentable oligo, disakarida, monosakarida, dan poliol (FODMAP) yang tinggi. FODMAP adalah karbohidrat rantai pendek yang ditemukan secara alami dalam makanan, termasuk sayuran cruciferous seperti brokoli.

FODMAP menyebabkan gas karbon dioksida, hidrogen, dan metana hingga terjadi gangguan pencernaan. Pada individu dengan IBS, FODMAP dapat masuk ke usus besar tanpa diserap. Hal ini dapat menyebabkan produksi gas berlebihan atau kembung.

Tidak jelas apakah cara penyajian brokoli memengaruhi kandungan FODMAP dan risikonya. Satu hal yang pasti, apa pun yang berlebihan pasti tidak berakhir baik!

5. Kesimpulan: mau makan mentah atau matang, brokoli tetap menyehatkan!
Mentah atau Matang? 5 Fakta tentang Cara Makan Brokoli yang Sehat

Jadi, lebih baik brokoli mentah atau matang? Jawabannya kembali lagi pada preferensimu. Keduanya tetap memberikan manfaat kesehatan lewat nutrisi seperti serat, antioksidan, vitamin, dan mineral esensial.

Memasak brokoli di satu sisi dapat melenyapkan senyawa sensitif panas seperti vitamin C dan membuat penyerapan sulforafan tidak efektif. Di sisi lain, penguraian karotenoid pada brokoli lebih efektif jika brokoli dimasak. Dibandingkan cara masak lain, brokoli lebih baik tidak dikukus!

Menimbang kekurangan dan kelebihannya, ada baiknya untuk memakan brokoli secara bergilir, kadang dimasak dan kadang mentah. Kamu dapat menambahkan brokoli pada salad, atau mentah sebagai camilan yang renyah di mulut dan bergizi tinggi. Imbangi dengan memvariasikannya dengan makanan sehat lainnya, ya!

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *