AsliDomino – Dalam sehari, berapa jam kamu tidur? Apakah kurang dari 8 jam atau justru lebih dari 8 jam? Idealnya, orang dewasa perlu tidur antara 7-9 jam per hari. Dengan tidur yang cukup, kita bisa mendapatkan banyak manfaat, seperti lebih jarang sakit, menurunkan risiko masalah kesehatan serius, dan bisa berpikir jernih.

Akan tetapi, bagaimana jika kita terlalu banyak tidur? Mungkin, kamu akan dihantui oleh beberapa masalah kesehatan ini!

1. Dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian

 Durasi tidur di bawah 6,5 jam dan di atas 7,5 jam dikaitkan dengan peningkatan bahaya kematian. Studi ini melibatkan lebih dari 1 juta orang dewasa di Amerika Serikat (AS) berusia 30-102 tahun.

2. Dikaitkan dengan penambahan berat badan

Percaya atau tidak, ada korelasi antara terlalu banyak tidur dengan penambahan berat badan. Hal ini dibuktikan lewat studi berjudul AGEN POKER ONLINE TERPERCAYA yang dipublikasikan di jurnal Sleep tahun 2008.

Risiko obesitas meningkat untuk orang yang tidur dengan durasi pendek dan panjang dibandingkan dengan mereka yang tidur dengan durasi rata-rata.

3. Dikaitkan dengan penyakit kardiovaskular

Sayangi jantungmu dengan tidur yang cukup, tidak kurang atau berlebihan! orang yang tidur lebih dari 9 jam memiliki kemungkinan 34 persen lebih tinggi terkena serangan jantung.

Sementara, orang yang tidur kurang dari 6 jam memiliki kemungkinan 20 persen terkena serangan jantung. Yang paling ideal adalah tidur 6-9 jam sehari karena bisa mengurangi risiko serangan jantung sebesar 18 persen.

4. Meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2

Penelitian ini melibatkan hampir 60.000 perempuan di AS dengan rentang usia 55-83 tahun antara tahun 1986-2000. Selain itu, diukur pula kualitas makanan, aktivitas fisik, dan berat badan mereka.

Ternyata, meningkatkan waktu tidur 2 jam atau lebih bisa meningkatkan risiko diabetes sebesar 15 persen. Selain itu, risiko yang sama juga menghantui orang yang tidur kurang dari 6 jam sehari.

5. Menyebabkan pusing atau sakit kepala

Coba diingat-ingat, apakah kamu pernah mengalami sakit kepala setelah tidur terlalu lama? Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur berlebihan berdampak pada neurotransmiter di otak, khususnya pada serotonin. Serotonin berfungsi untuk menjaga ritme sirkadian, yakni pola tidur alami yang diikuti tubuh.

6. Dikaitkan dengan depresi

Orang yang mengidap depresi mengalami perubahan pola tidur, entah lebih singkat atau lebih lama. Mereka juga melaporkan bahwa tidak peduli berapa lama mereka tidur, mereka tetap merasa lelah. Bahkan, kopi dan stimulan tidak banyak membantu.

Penelitian berjudul “AGEN POKER ONLINE TERBAIK ” yang dipublikasikan di Dialogues in Clinical Neuroscience tahun 2008 menegaskan hubungan kuat antara tidur dengan depresi.

7. Sakit punggung

Tidur lebih lama dari biasanya bisa menyebabkan sakit punggung. Apalagi, jika kita tidur di atas kasur yang kurang nyaman. Melansir MotionBack London Chiropractor, ini bisa memengaruhi lekukan alami tulang belakang dan menyebabkan sakit punggung.

Selain itu, berbaring telentang dalam waktu lama menyebabkan otot-otot yang mendukung kelengkungan normal punggung menjadi lelah. Sakit punggung juga bisa disebabkan oleh posisi tidur yang buruk.

 

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *